Jumat, 11 Januari 2019

MAKALAH OSEANOGRAFI PERIKANAN PENGARUH ARUS LAUT TERHADAP KERAMBA JARING APUNG


MAKALAH OSEANOGRAFI PERIKANAN
PENGARUH ARUS LAUT TERHADAP KERAMBA JARING APUNG






















Disusun Oleh
NAMA                   : SYUHADA MANDALA PUTRA
NIM                       : 1610712210016
Prodi                      : Budidaya Perairan

























KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
BANJARBARU
2019



BAB 1


 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Oseanografi berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut, dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi. Secara sederhana kita dapat mengartikan oseanografi sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya.
Oseanografi dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu ilmu yang mempelajari lautan. Ilmu ini semata-mata bukanlah merupakan suatu ilmu yang murni, tetapi merupakan perpaduan dari bermacam-macam ilmu dasar yang lain. Ilmu-ilmu lain yang termasuk di dalamnya ialah ilmu tanah (geology). Ilmu bumi (geography). Ilmu fisika (physics), ilmu kimia (chemistry). Ilmu hayat (biology) dan ilmu iklim (metereology) (Hutabarat, 1985).
Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti kita ketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Lautan tidak tersebar merata di permukaan bumi. Lautan menutupi lebih dari 80 % belahan bumi selatan tetapi hanya menutupi 61 % belahan bumi utara dimana terdapat sebagian besar daratan dunia.
Salah satu metode yang dapat dilakukan dalam mempelajari oseanografi fisika yakni pengamatan langsung dengan melakukan praktek lapang untuk mengetahui oseanografinya itu sendiri.  Oseanografi fisika dapat diketahui dengan cara mengukur pasang surut, ombak, arus, angin seperti yang telah kita lakukan, itu hanya sebagian dari oseanografi fisika tersebut, sehingga diperoleh gambaran dasar tentang perbedaan dari data tersebut.
Adanya faktor-faktor fisik air laut, sepeti temperatur dan perubahan arus dapat menyuburkan laut. Kedua, laut digunakan oleh manusia untuk berbagai aktivitas. Manusia banyak menggunakan laut, seperti untuk transportasi, pengeboran minyak dan gas, rekreasi, berenang, perikanan dan lain-lain. Ketiga laut mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim. Laut mempengaruhi distribusi hujan, kemarau, banjir dan kondisi lingkungan suatu daerah.
B. Rumusan Masalah
            Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa itu arus laut ?
2. Mengapa bisa terjadi arus laut ?
3. Apa pengaruhnya terhadap KJA ?
4. Berapa kecepatan arus laut maksimal untuk KJA ?
C,  Tujuan dan Kegunaan
            Tujuan dan kegunaan dari makalah ini adalah untuk Mengetahui dan memahami karakteristik oseanografi fisika. Adapun kegunaan dari makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas yang di berikan untuk dosen pengampuh mata kuliah juga untuk menjadi sarana baca untuk mahasiswa mengena mata kuliah pengantar Oseanografi.

BAB 2

PEMBAHASAN

1. ARUS
Arus laut merupakan pergerakan sebagian massa air dalam suatu lapisan perairan, dalam hal ini  adalah  laut,  baik  secara  horizontal  maupun  secara  vertikal.  namun  pada  umumnya,  arus  laut yang dikaji adalah arus yang horizontal. Pergerakan massa air ini terjadi pada seluruh perairan lautyang ada di seluruh dunia, yang membedakannya satu sama lain adalah faktor yang mempengaruhiadanya  arus  tersebut.  sebagai  contoh  adalah  suhu,  yang  menyebabkan  adanya  arus  panas  dan  arus dingin.  Arus  panas  adalah  arus  yang  memiliki  temperatur  yang  tinggi,  jika  dibandingkan  dengan massa  air  yang  terkena  arus  tersebut,  arus  ini  dihasilkan  karena  pergerakan  massa  air  dari  daerah lintang  tengah  (equator)  menuju  ke  lintang  kecil  (daerah  kutub),  begitupula  sebaliknya  pada  arus dingin  dimana  arusnya  memiliki  temperatur  yang  rendah  dan  bergerak  dari  lintang  rendah  ke lintang  tinggi.  Temperatur  dalam  arus  ini  bernilai  relatif,  karena  temperatur  tinggi  atau  rendah  di suatu tempat dengan tempat lain adalah berbeda. Temperatur ini pula dipengaruhi kondisi cuaca di suatu tempat akibat posisi matahari terhadap bumi.
Cuaca  yang terjadi adalah cuaca  yang meliputi daerah yang luas yang disebabkan adanya “Intertropical Convergent Zone” (ICZ) yang terkandung akumulasi  awan  sehingga  menyebabkan  banyak  turun  hujan.  ICZ  ini  sangat  dipengaruhi  oleh perubahan  tekanan  udara  di  daerah  antar  benua,  yang  akan  menyebabkan  pergerakan  angin  yang berubah-ubah sesuai kondisi tekanan yang ada. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya mekanisme arus musim (monsoonal stream).
            Gambar 1. Pola Arus Permukaan Global (sumber : The Open University
Arus  laut  juga  dapat  didefinisikan  sebagai  gerakan  massa  air  dari  suatu  tempat  (posisi)  ke tempat  yang  lain.  Arus  laut  terjadi  dimana  saja  di  laut.  Pada  dasarnya,  energi  yang  menggerakkanmassa  air  laut  tersebut  berasal  dari  matahari   yang  menghasilkan  panas.  Adanya  perbedaan pemanasan  matahari  terhadap  setiap  bagian  dilayah  di  permukaan  bumi  menimbulkan  perbedaan energi  yang  diterima  permukaan  bumi.  Perbedaan  ini  menimbulkan  fenomena  alam  yang  disebut dengan  arus laut dan angin  yang menjadi mekanisme untuk menyeimbangkan energi  yang menuju ke  permukaan  bumi.  Kedua  fenomena  alam  ini  juga  saling  berhubungan  dan  mempengaruhi  satu dengan yang lain. Angin merupakan salah satu gaya utama yang menyebabkan timbulnya arus lautselain gaya yang timbul akibat dari tidak samanya pemanasan dan pendinginan air laut.  Sirkulasi  dari  arus  laut  terbagi  atas  dua  kategori  yaitu  sirkulasi  di  permukaan  laut  (surface circulation)  dan  sirkulasi  di  dalam  laut  (intermediate  or  deep  circulation).           
Adanya arus di laut disebabkan oleh perbedaan densitas masa air laut, tiupanangin terus menerus diatas permukaan laut dan pasang-surut terutama di daerahpantai (Raharjo dan Sanusi, 1983 dalam Satriadi dan Widada, 2004). Pasang surut juga dapat menggantikan air secara total dan terus menerus sehingga Arus mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan biota perairan. Arus dapat menyebabkan ausnya jaringan jazad hidup akibat pengikisan atau teraduknya substrat dasar berlumpur yang berakibat pada kekeruhan sehingga terhambatnya fotosintesa. Pada saat yang lain, manfaat dari arus adalah menyuplai makanan, kelarutan oksigen, penyebaran plankton dan penghilangan CO2 maupun sisa-sisa produk biota laut (Beverige, 1987 ; Romimohtarto, 2003). Kenyataan yangtidak dapat ditoleransi terhadap kuat maupun lemahnya arus akan menghambat kegiatan budidaya laut (Ghufron dan Kordi, 2005). Arus juga sangat penting dalam sirkulasi air, pembawa bahan terlarut dan padatan tersuspensi (Dahuri, 2003), sertadapat berdampak pada keberadaan organisme penempel (Akbar et al, 2001). Kecepatan arus perairan untuk budidaya keramba jaring apung di laut tidak bolehlebih dari 100 cm/detik (Gufron dan Kordi, 2005) dan kecepatan arus bawah 25cm/dt.



DAFTAR PUSTAKA



Akbar, S dan Sudaryanto. (2001). Pembenihan dan Pembesaran Kerapu Bebek. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Beveridge. M. 1987. Cage Aquaculture. Fishing News Books Ltd, Farnhan Surrey.
Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut ; Aset Pembangunan Berkelanjutan.Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ghufron. M, dan H. Kordi. 2005. Budidaya Ikan Laut di Keramba Jaring Apung. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Romimohtarto, K. 2003. Kualitas Air dalam Budidaya Laut. www.fao.org/docrep/field/003.
Satriadi, A dan S. Widada. 2004. Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi di MuaraSungai Bodri, Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmu Kelautan UNDIP. Vol 9 (2) hal 101–107.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar