PENGARUH
ARUS LAUT TERHADAP KERAMBA JARING APUNG
Disusun Oleh
NAMA : SYUHADA MANDALA PUTRA
NIM : 1610712210016
Prodi : Budidaya
Perairan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
BANJARBARU
2019
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Oseanografi berasal dari bahasa Yunani oceanos yang
berarti laut, dan graphos yang berarti gambaran atau
deskripsi. Secara sederhana kita dapat mengartikan oseanografi sebagai gambaran
atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi
dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai
laut dan segala fenomenanya.
Oseanografi dapat didefinisikan secara sederhana
sebagai suatu ilmu yang mempelajari lautan. Ilmu ini semata-mata bukanlah
merupakan suatu ilmu yang murni, tetapi merupakan perpaduan dari bermacam-macam
ilmu dasar yang lain. Ilmu-ilmu lain yang termasuk di dalamnya ialah ilmu tanah
(geology). Ilmu bumi (geography). Ilmu fisika (physics), ilmu kimia
(chemistry). Ilmu hayat (biology) dan ilmu iklim (metereology) (Hutabarat,
1985).
Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti
kita ketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian
cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Lautan tidak
tersebar merata di permukaan bumi. Lautan menutupi lebih dari 80 % belahan bumi
selatan tetapi hanya menutupi 61 % belahan bumi utara dimana terdapat sebagian
besar daratan dunia.
Salah satu metode yang dapat dilakukan dalam
mempelajari oseanografi fisika yakni pengamatan langsung dengan melakukan
praktek lapang untuk mengetahui oseanografinya itu sendiri. Oseanografi fisika dapat diketahui dengan
cara mengukur pasang surut, ombak, arus, angin seperti yang telah kita lakukan,
itu hanya sebagian dari oseanografi fisika tersebut, sehingga diperoleh
gambaran dasar tentang perbedaan dari data tersebut.
Adanya faktor-faktor fisik air
laut, sepeti temperatur dan perubahan arus dapat menyuburkan laut. Kedua, laut
digunakan oleh manusia untuk berbagai aktivitas. Manusia banyak menggunakan
laut, seperti untuk transportasi, pengeboran minyak dan gas, rekreasi,
berenang, perikanan dan lain-lain. Ketiga laut mempengaruhi kondisi cuaca dan
iklim. Laut mempengaruhi distribusi hujan, kemarau, banjir dan kondisi
lingkungan suatu daerah.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Apa itu
arus laut ?
2. Mengapa
bisa terjadi arus laut ?
3. Apa
pengaruhnya terhadap KJA ?
4. Berapa kecepatan arus laut maksimal untuk KJA ?
C, Tujuan dan Kegunaan
Tujuan
dan kegunaan dari makalah ini adalah untuk Mengetahui dan memahami karakteristik
oseanografi fisika. Adapun kegunaan dari makalah ini adalah selain untuk
memenuhi tugas yang di berikan untuk dosen pengampuh mata kuliah juga untuk
menjadi sarana baca untuk mahasiswa mengena mata kuliah pengantar Oseanografi.
BAB 2
PEMBAHASAN
1. ARUS
Arus laut merupakan pergerakan sebagian massa air
dalam suatu lapisan perairan, dalam hal ini
adalah laut, baik
secara horizontal maupun
secara vertikal. namun
pada umumnya, arus
laut yang dikaji adalah arus yang horizontal. Pergerakan massa air ini
terjadi pada seluruh perairan lautyang ada di seluruh dunia, yang membedakannya
satu sama lain adalah faktor yang mempengaruhiadanya arus
tersebut. sebagai contoh
adalah suhu, yang
menyebabkan adanya arus
panas dan arus dingin.
Arus panas adalah
arus yang memiliki
temperatur yang tinggi,
jika dibandingkan dengan massa
air yang terkena
arus tersebut, arus
ini dihasilkan karena
pergerakan massa air
dari daerah lintang tengah
(equator) menuju ke
lintang kecil (daerah
kutub), begitupula sebaliknya
pada arus dingin dimana
arusnya memiliki temperatur
yang rendah dan
bergerak dari lintang
rendah ke lintang tinggi.
Temperatur dalam arus
ini bernilai relatif,
karena temperatur tinggi
atau rendah di suatu tempat dengan tempat lain adalah
berbeda. Temperatur ini pula dipengaruhi kondisi cuaca di suatu tempat akibat posisi
matahari terhadap bumi.
Cuaca yang
terjadi adalah cuaca yang meliputi
daerah yang luas yang disebabkan adanya “Intertropical Convergent Zone” (ICZ)
yang terkandung akumulasi awan sehingga
menyebabkan banyak turun
hujan. ICZ ini
sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan
udara di daerah
antar benua, yang
akan menyebabkan pergerakan
angin yang berubah-ubah sesuai
kondisi tekanan yang ada. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya mekanisme arus
musim (monsoonal stream).
Gambar 1. Pola Arus Permukaan Global (sumber : The
Open University
Arus
laut juga dapat
didefinisikan sebagai gerakan
massa air dari
suatu tempat (posisi)
ke tempat yang lain.
Arus laut terjadi
dimana saja di
laut. Pada dasarnya,
energi yang menggerakkanmassa air
laut tersebut berasal
dari matahari yang
menghasilkan panas. Adanya
perbedaan pemanasan matahari terhadap
setiap bagian dilayah
di permukaan bumi
menimbulkan perbedaan energi yang
diterima permukaan bumi.
Perbedaan ini menimbulkan
fenomena alam yang
disebut dengan arus laut dan
angin yang menjadi mekanisme untuk
menyeimbangkan energi yang menuju
ke permukaan bumi.
Kedua fenomena alam
ini juga saling
berhubungan dan mempengaruhi
satu dengan yang lain. Angin merupakan salah satu gaya utama yang
menyebabkan timbulnya arus lautselain gaya yang timbul akibat dari tidak
samanya pemanasan dan pendinginan air laut.
Sirkulasi dari arus
laut terbagi atas
dua kategori yaitu
sirkulasi di permukaan
laut (surface circulation) dan
sirkulasi di dalam
laut (intermediate or
deep circulation).
Adanya arus di laut disebabkan oleh perbedaan
densitas masa air laut, tiupanangin terus menerus diatas permukaan laut dan
pasang-surut terutama di daerahpantai (Raharjo dan Sanusi, 1983 dalam Satriadi
dan Widada, 2004). Pasang surut juga dapat menggantikan air secara total dan
terus menerus sehingga Arus mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi
kehidupan biota perairan. Arus dapat menyebabkan ausnya jaringan jazad hidup
akibat pengikisan atau teraduknya substrat dasar berlumpur yang berakibat pada
kekeruhan sehingga terhambatnya fotosintesa. Pada saat yang lain, manfaat dari
arus adalah menyuplai makanan, kelarutan oksigen, penyebaran plankton dan
penghilangan CO2 maupun sisa-sisa produk biota laut (Beverige, 1987 ;
Romimohtarto, 2003). Kenyataan yangtidak dapat ditoleransi terhadap kuat maupun
lemahnya arus akan menghambat kegiatan budidaya laut (Ghufron dan Kordi, 2005).
Arus juga sangat penting dalam sirkulasi air, pembawa bahan terlarut dan
padatan tersuspensi (Dahuri, 2003), sertadapat berdampak pada keberadaan
organisme penempel (Akbar et al, 2001). Kecepatan arus perairan untuk budidaya
keramba jaring apung di laut tidak bolehlebih dari 100 cm/detik (Gufron dan
Kordi, 2005) dan kecepatan arus bawah 25cm/dt.
DAFTAR
PUSTAKA
Akbar, S dan Sudaryanto. (2001). Pembenihan dan
Pembesaran Kerapu Bebek. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Beveridge. M. 1987. Cage Aquaculture. Fishing News Books Ltd, Farnhan Surrey.
Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut ; Aset
Pembangunan Berkelanjutan.Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ghufron. M, dan H. Kordi. 2005. Budidaya Ikan Laut
di Keramba Jaring Apung. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Romimohtarto, K. 2003. Kualitas Air dalam Budidaya Laut. www.fao.org/docrep/field/003.
Satriadi, A dan S. Widada. 2004. Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi di
MuaraSungai Bodri, Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmu Kelautan UNDIP. Vol 9
(2) hal 101–107.

